Workshop

ANDA PERLU IKUT WORKSHOP SAYA

Derita punya ABK ini tiada terkira. Susah diceritakan ke siapa pun, termasuk ke saudara. Jarang yang bisa menyelami dalamnya kepedihan hati orang tua ABK. Hanya kepada sesama orang tua yang juga bernasib sama, mempunyai ABK, dan karenanya para orang tua ABK di tingkat kecamatan atau kelurahan seyogyanya mendirikan PSG atau Parents Support Group. Jauh sekali perbedaan antara SEBELUM dan SESUDAH mempunyai ABK. Harga diri dan gengsi kita ambruk berkeping-keping. Perangai orang tua pun berubah menjadi extra ketus & maha judes akibat ditempa masalah berat dari waktu ke waktu hingga babak belur. Pemarah, pemurung, dan segala predikat negatif yang melekat pada para orang tua ABK, terlebih ibu yang mudah tersinggung & “meledak,” bila tersindir atau “tersentuh perasaannya,” karena persoalan yang dihadapinya sedemikian pribadi (darah dagingnya sendiri) tapi “di luar” kapasitasnya.

Pemecahannya luar biasa pelik & rumit. Berdoa adalah pilar utama dan pertama yang harus dilakukan oleh orang tua tanpa kecuali dengan cara yang diyakini masing-masing. Tapi doa harus diiringi dan disertai oleh ikhtiar untuk memahami apa yang terjadi pada ABK masing-masing, mengenali kesulitan yang dihadapi dan kendala yang membatasi ruang geraknya, merumuskan langkah penanggulangannya, dan mengkaji efektifitas langkah yang ditempuhnya secara berkala. Tanpa ikhtiar di atas, orang tua hanya berputar-putar di permasalahan yang sama: tidak ada kemajuan yang  nyata & bermakna pada ABK-nya. Para orang tua harus tahu bagaimana membuat anaknya bisa berbicara, bisa menyuarakan keinginannya & perasaannya. Bila anaknya hingga kini belum bisa berbicara, coba periksa dengan seksama apakah penyebabnya karena: 1) tidak bisa mendengar (tuli); 2) tidak bisa bicara (gagu); 3) tidak bisa bergagasan atau membentuk image (bisa mempersepsikan apa yang ada di seputarnya); 4) tidak bisa membahasakan images yang ada di benaknya atau merangkai apa yang ditangkap oleh inderanya (no language); 5) tidak punya minat & hasrat untuk berkomunikasi (no interest & no desire), & memahami penyebabnya; & 6) tidak cukup energi atau kekurangan “setrum” untuk menyuarakannya gagasannya. Dari ke-enam penyebab, yang terbanyak dan berpotensi untuk diatasi adalah yang nomor terakhir (bisa bersuara tetapi belum berbicara dan belum  bicara secara runut: ABK-nya “low bat.” Orang tua harus bergegas untuk membereskan masalah yang membuat anaknya  jadi berkebutuhan khusus sedini mungkin, terutama bila belum bisa berbicara hingga di atas usia 3 tahun.  Makin ditunda makin berat permasalahannya.

Saya mengundang para orang tua untuk menghadiri Workshop pada 28 Mei 2016 di Hotel Oasis Amir, Jl. Senen Raya 135-137. Dalam Workshop ini, para peserta akan belajar membuat ABK-nya bisa berpikir, mengenali tubuh ABK kita dan permasalahan yang mengendap di dalamnya, menyingkirkan sumbatan berupa virus, kandida, bakteri, logam berat, pollutant, dan lainnya, melancarkan sirkulasi oksigen, darah, nutrisi, dan lainnya. Para orang tua wajib memahami ini; bila tidak, ABK kita akan terus terjebak pada permasalahan yang setali tiga uang. Dengan mengetahui permasalah dan tahu bagaimana menanggulanginya, Anda akan mengalami perubahan yang bermakna, bukan hanya pada buah hati Anda, tetapi pada hidup Anda sendiri, pada keluarga Anda. Perubahan hanya terjadi bila Anda selaku orang tua, langsung turun tangan, dan tidak mendelegasikan ke orang lain, karena ini adalah hidup Anda. Dengan mengetahui masalah yang sesungguhnya menerpa hidup ananda dan Anda sekeluarga, Anda bisa mengubah hidup Anda. Pastikan kehadiran dengan mentransfer Rp2.000.000 ke rekening BCA KCP Time Square Cibubur a/n Stefanus P Susanto pada nomor 7400-6060-51. Bagi yang mentransfer sebelum tanggal 24 Mei, masih tersedia discount (early bird) sebesar 25%, sehingga cukup membayar Rp1.500.000. Jangan tunda dan dapatkan potongan 25% ini. Kabari saya via Inbox Facebook atau SMS pada nomor 0816-1903-864 bila sudah berhasil mentransfer dananya. Sampai berjumpa pada 28 Mei 2016.

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://therapeuticmagnetism.com/anda-perlu-ikut-workshop-saya/
YouTube
YouTube
INSTAGRAM

Leave a Reply