Testimoni Bu Eka-1

APAKAH BERPIKIR KODRAT MANUSIA?

Banyak orang tua yang belum menyadari manfaat dari menghadiri Workshop Solusi Biomagnetis. Manfaat ini bukan hanya bagi ABK-nya masing-masing tetapi juga bagi diri mereka selaku orang tua. Kami (saya dan isteri saya Mira Indriani) sendiri selaku orang tua dari kedua anak kami yang autis merasa sungguh gembira karena kemajuan yang pesat yang dialami oleh James & John, kedua buah hati kami. Kemajuan pesat mereka alami sejak kami menerapkan Biomagnetic Healing Techniques: makin hari makin “ngeh” & “makin nyambung.”Mereka sudah “mulai” mikir dalam setiap langkah dan kesempatan, tidak lagi seperti robot hidup. Kemajuan yang dicapai kedua anak kami juga terjadi pada banyak ABK yang orang tuanya telah mengikuti Workshop yang kami selenggarakan. Kami ajarkan apa yang kami lakukan;, kami juga lakukan yang kami ajarkan. Saya tidak hanya mengalihkan (transfer) hasil penelitian saya selama 20 tahun, tetapi melatih para peserta serangkaian gerak yang kami lakukan dan terapkan pada kedua anak kami setiap hari. Salah satu peserta, ibu Endah Setiyani, yang bermukim di Semarang, mengatakan bahwa pandangan buah hatinya, mas Fari, kini sudah hidup. Seperti pepatah berkata “mata itu jendela hati’, seberapa “hadir” atau “eling” seseorang akan terpancar dari sinar matanya. Tentu bukan hanya mata & kecerahan rona wajah, seberapa lentur tubuh ABK kita, seberapa “tanggap” dan seberapa “ngeh” akan apa yang terjadi di sekitar tubuhnya dan dampaknya pada diri-‘nya’ serta sederatan indikator lain bisa bercerita apakah “sudah” terjadi perbaikan. Segalanya bisa dipantau langsung oleh para orang tua, terutama ibu yang nalurinya tiada tara. Menghadirkan atau lebih tepat memunculkan sang pemilik raga –Jiwa—dari ABK kita ini lah faedah yang dilaporkan oleh banyak orang tua yang telah mengikuti Workshop.

Seperti yang pernah saya tandaskan pada artikel sebelumnya, ABK kita bukan lah raganya, tetapi JIWA-nya. Raganya adalah kendaraannya selama ada di bumi, tapi kendaraannya ini bermasalah, karena energy tidak mengalir lancar &leluasa di badannya. Tubuh ABK kita tidak lentur, terlampau kaku & tegang. Dalam kekakuan & ketegangan ini, siapa pun tidak bisa berpikir, tidak bisa menikmati indahnya hidup. Santai dan senyum menandai adanya harmoni kehidupan, dan kondisi ini lah yang musti diacu oleh para orang tua ABK yang hingga kini BELUM bisa berpikir. Anak kita itu makhluk hidup yang bernama manusia, dan ciri manusia itu bisa berpikir dan mendiskusikan tentang yang abstrak, yang tak nampak seperti negara, agama, jiwa, bahkan kendaraan (yang konkrit itu mobil, motor, kapal, perahu, dan kendaraan lainnya). Bukan hanya berpikir, tetapi berkonsep dan berabstraksi, karena hewan pun bisa berpikir. Harimau bisa berstrategi, menyusun rencana sambil mengendapkan badannya di balik rimbunan semak untuk menyergap seekor kijang yang akan dimangsanya. Tapi hewan tidak bisa berdiskusi tentang apakah Donald Trump layak untuk jadi orang nomor satu di dunia; ABK kita pun sayangnya juga BELUM –bukan tidak—BISA. Kita selaku orang tuanya patut berikhtiar untuk membisakan anak kita berpikir seperti orang normal lainnya. Bukan kah kodratnya manusia itu berpikir? Anda pun ingin ABK Anda bisa berpikir, bukan?

Peluang untuk menjadikan anak kita sebagai manusia seutuhnya, dalam arti bisa berpikir seperti orang normal lainnya, merupakan manfaat terbesar yang mungkin bisa dirasakan oleh peserta Workshop. Testimony dari salah satu peserta Workshop ini mungkin membantu kawan-kawan semua yang hingga ketentraman hatinya masih terusik oleh ABK-nya yang hingga kini masih belum bisa bertutur alias “nyambung,” yang masih belum siap ditinggal sendiri. Jangan biarkan hari berlalu pada ABK Anda tanpa kemajuan, karena makin lama Anda menunda menerapkan langkah untuk membuat Ananda bisa berpikir abstrak, makin tipis peluang untuk memandirikannya, dan makin mahal biaya untuk mengembalikan kodratnya sebagai manusia, serta makin menggelisahkan Anda di hari tua Anda. Hindari kebiasaan menunda yang hanya memperbesar masalah yang mungkin kelakAnda akan sesali.

Please follow and like us:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://therapeuticmagnetism.com/apakah-berpikir-kodrat-manusia/
YouTube
YouTube
INSTAGRAM

Leave a Reply